Anda suka bersarapan atau tidak sama sekali? sudah benarkan Pola makanan
untuk sarapan anda? Sarapan itu sangat penting dan dikatakan sebagi
waktu yang sangat baik untuk memasukan nutrisi kedalam tubuh dan sebagai
sumber energi untuk menjalani aktifitas seharian.
Maka dari itu menu sarapan harus anda perhatika dan disajikan dengan
cepat, mudah, dan tidak sulit tapi tetap bergizi, pasti diantara anda
pernah sesekali tidak memperhatikan menu sarapan dan jumlah kalori yang
masuk ke dalam tubuh anda.
Sebenarnya cukup mudah untuk membut menu sarapan yang sehat dan tentunya rendah lemak dan kalori.
1. Oatmeal
Oatmeal adalah makanan yang rendah kalori, makanlah bubur oatmeal yang
berguna untuk menjadikan anda tetap kenyang sampai saat makan siang.
Bahan utama dari Oatmeal adalah biji gandum.
2. Telur
Mengkonsumsi telur pada saat sarapan sangat bagus, telur adalah menu
ideal untuk di konsumsi karena telur memiliki Protein yang tinggi dan
tidak sulit untuk penyajian nya. Satu Butir telur memiliki 70 kalori
serta dapat memenuhi 13 Persen Kebutuhan Protein yang di perlukan tubuh.
3. Smoothies
Jika anda tidak punya waktu untuk menyapkan sarapan pagi minumlah
smoothies. Smoothies dapat melengkap gizi sarapan di pagi hari dengan di
minum. Smoothies memiliki kandungan antara susu dan buah piasang.
4. Buah-buahan
Banyak macam buah yang dapat anda olah dan anda jadikan sebagi sarapan yang sehat dan kaya akan nutrisi. Makanlah Yogurt yang rendah lemak dan diberikan beberapa toping buah.
Sekarang anda sudah tidak perlu pusing - pusing lagi bukan ? untuk memenuhi kebutuhan sarapan anda dan tentunya mudah untuk anda lakukan.
Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.
Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis)
karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya
sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental.
Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap
psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak
yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan
Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.
Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor.
Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah
pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona,
mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan [2].
Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan
tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena
diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan
pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan
pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan
sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu
menjadi jelek.
Lima tahap mendiagnosis psikopat
- Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.
- Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian .
- Wawancara menggunakan metode DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder)IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
- Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
- Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.
Gejala-gejala psikopat
- Sering berbohong, fasih, dan dangkal
- Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
- Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
- Senang melakukan pelanggaran ketika waktu kecil
- Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat.
- Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
- Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
- Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
- Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
- Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
- Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.


